Editors Choice

3/recent/post-list

Pengikut

Mengapa Anak Zaman Now Mudah Batuk & Alergi? Ini Bukan Hanya Virus!

Jurnalis Ants, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Banyak para orang tua mengalami kesulitan karena anak-anak mereka lebih rentan terkena batuk, flu, sulit bernapas, atau asthma.
  • Mengapa kondisi ini sering kembali terjadi pada anak-anak? Apakah benar karena perubahan iklim yang tidak stabil sehingga memudahkan munculnya virus?
  • Ternyata masih ada faktor lain yang secara diam-diam memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan anak, yaitu mutu lingkungan di mana mereka berkembang.

Ants, JAKARTA - Banyak para orang tua beranggapan bahwa gejala seperti batuk, flu, kesulitan bernapas, atau asma yang sering muncul pada anak hanya dikarenakan perubahan iklim yang tidak stabil.

Sebenarnya masih ada faktor lain yang secara diam-diam memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan anak, yaitu mutu lingkungan di mana mereka berkembang.

Dimulai dari knalpot mobil, pencemaran udara, pembakaran limbah, hingga perubahan iklim yang menyebabkan naiknya suhu bumi, semua faktor ini dapat secara langsung memengaruhi kesehatan anak-anak.

Anggota Tim Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes menyampaikan bahwa masalah lingkungan tak dapat terpisah lagi dari permasalahan kesehatan anak.

Baginya, perubahan iklim tidak hanya terkait dengan suhu tinggi atau curah hujan yang luar biasa, namun juga telah mengganggu pola penyebaran penyakit di kalangan penduduk.

"Karena jika melihat perubahan iklim ini, kita tidak boleh hanya mempertimbangkan efek rumah kaca atau cara pabrik berdampak, tetapi juga dampaknya terhadap manusia. Jika membicarakan generasi emas Indonesia yang diharapkan, maka dampaknya akan dirasakan oleh anak-anak kita," kata Riyadi dalam jumpa pers virtual, Selasa (9/6/2026).

Anak merupakan kelompok yang paling rentan

Banyak kali, anak-anak merupakan kelompok yang paling menderita akibat polusi udara.

Ini disebabkan oleh organ tubuh mereka yang sedang mengalami proses tumbuh kembang.

Jalur pernapasan pada anak lebih sempit daripada pada orang dewasa. Sistem imun tubuh mereka masih berkembang dan belum sepenuhnya siap.

Bila terkena pencemaran secara rutin, kemungkinan adanya masalah kesehatan meningkat.

Berdasarkan pendapat Riyadi, paparan polutan bisa menyebabkan beragam gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernafasan akut, asthma, alergi, serta melemahnya sistem imun tubuh.

Anak-anak yang setiap harinya terpapar udara tidak bersih cenderung lebih rentan terserang penyakit saat berhadapan dengan virus atau bakteri yang biasanya dapat dikalahkan oleh sistem imun yang baik.

Tidak Hanya Pabrik, Kotoran Juga Dapat Muncul dari Lingkungan Sekitar Rumah Bukan Cuma Pabrik, Pencemaran Bisa Datang dari Area Sekitar Tempat Tinggal Selain Pabrik, Sumber Polusi Juga Ada di Sekitar Hunian Polusi Tidak Selalu Bermula dari Pabrik, Bisa Juga Dari Sekeliling Rumah Tidak Hanya Industri, Kebersihan Di Sekitara Rumah Jadi Penyebab Pencemaran Selain Faktor Pabrik, Udara Terkontaminasi juga bisa berasal dari lingkungan sekitar rumah Pencemaran Tak Hanya Dari Pabrik, Tetapi Juga Dari Wilayah Dekat Rumah Kecuali Pabrik, Sumber Polusi Juga Bisa Bersumber dari Sekitar Rumah Lingkungan Sekita Rumah Juga Bisa Menjadi Sumber Polusi Jangan hanya Mengira Pabrik adalah Sumber Utama Polusi, Daerah Sekitar Rumah pun Demikian

Banyak orang mempercayai bahwa pencemaran datangnya hanya dari daerah-daerah yang berindustri.

Sebenarnya sumber pencemaran juga dapat ditemui di lingkungan sekitar tempat tinggal.

Emisi knalpot kendaraan bermotor, pembakaran limbah domestik, pemakaian bahan bakar yang menimbulkan uap asap, serta partikel debu yang melayang sehari-hari bisa menjadi sumber paparan berkelanjutan yang masuk ke dalam tubuh anak-anak.

Berdasarkan pendapat Riyadi, pencemaran tidak selalu terlihat atau muncul dengan jelas.

Terdapat pencemaran yang dihasilkan oleh kegiatan manusia sehari-hari, namun pengaruhnya hanya dirasakan secara bertahap dalam waktu lama.

Bila paparan terjadi secara terus-menerus, saluran pernapasan anak dapat mengalami gangguan kronis.

Keadaan ini menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap radang dan berisiko tinggi mengidap gangguan kesehatan.

Perubahan iklim menyebabkan penyakit lebih mudah menular Perubahan cuaca mempercepat penyebaran wabah Iklim yang berubah membuat infeksi menjadi lebih cepat menyebar Kondisi iklim yang tidak stabil meningkatkan risiko penyebaran penyakit Pergeseran iklim mempermudah penyebaran penyakit di kalangan masyarakat Dampak perubahan iklim menghambat pencegahan penyebaran penyakit Cuaca ekstrem akibat perubahan iklim membuka peluang bagi penyakit untuk menyebar lebih luas Penyakit semakin gampang menyebar karena adanya perubahan iklim Faktor lingkungan dari perubahan iklim mendukung penyebaran penyakit secara cepat Berkaitan dengan kondisi iklim yang bervariasi, penyakit kini cenderung menyebar lebih pesat

Perubahan iklim turut berdampak pada persebaran penyakit menular.

Kenaikan suhu global memungkinkan beberapa vektor penyakit, seperti nyamuk, untuk bereproduksi di daerah-daerah yang dulu terlalu dingin bagi mereka berada.

Peristiwa ini telah terjadi di beberapa negara yang sebelumnya tidak pernah mengalami penyebaran penyakit tropis.

"Kini sudah ada. Mengapa? Karena kenaikan suhu membuat kondisi menjadi nyaman bagi nyamuk untuk tumbuh dan berkembang," ujar Riyadi.

Sebagai akibatnya, penyakit yang dahulu dikaitkan dengan negara beriklim tropis kini mulai muncul di daerah-daerah lain.

Keadaan ini memperlihatkan bahwa perubahan kondisi alam bisa menyebabkan pergeseran pola penyebaran penyakit di seluruh dunia.

Akibatnya dapat dimulai sejak di dalam kandungan

Ternyata ancaman pencemaran tidak hanya dirasakan oleh bayi yang telah lahir.

Lingkungan yang tidak baik bisa berdampak pada kesehatan wanita hamil serta bayi dalam kandungannya.

Beberapa polutan seperti logam berat, karbon monoksida, belerang, serta bermacam partikel beracun lainnya bisa menghambat tahap perkembangan bayi dalam kandungan.

Ancaman yang muncul meliputi gangguan perkembangan janin, berat badan saat lahir yang rendah, serta peningkatan risiko terserang penyakit di masa awal hidup.

Keadaan ini mendapat perhatian karena kualitas kesehatan generasi berikutnya dapat terpengaruh oleh situasi lingkungan yang sedang dialami sekarang.

Merawat Alam Sama Artinya Merawat Anak Mempertahankan Kebersihan Lingkungan Setara dengan Membina Anak-anak Melindungi Ekosistem Serupa Dengan Melindungi Generasi Mendatang Perhatian terhadap lingkungan sama pentingnya seperti perhatian pada anak-anak Kesejahteraan alam tidak berbeda dari kesejahteraan generasi muda Tanggung jawab menjaga lingkungan setara dengan tanggung jawab merawat putra-putri kita Pentingnya melindungi lingkungan sebanding dengan perlunya pengasuhan yang baik kepada anak-anak Lingkungan dan anak-anak saling berkaitan dalam konteks keberlanjutan hidup Jagalah lingkungan sebagai bentuk penjagaan bagi masa depan bersama Bersihkan bumi ini layaknya membersihkan ruang tumbuh anak-anak

Riyadi menyatakan bahwa usaha dalam merawat kesehatan balita tidak cukup hanya melalui pemberian makanan bernutrisi atau vaksinasi.

L lingkungan yang baik juga menjadi komponen utama dalam investasi kesehatan jangka panjang.

"Mereka adalah kelompok yang sangat rentan," katanya dengan tegas.

Oleh karena itu, menurut dia, kesadaran untuk merawat lingkungan harus dijadikan sebagai tanggung jawab bersama.

Dimulai dari menekan pencemaran, menjaga kebersihan udara, mengatur limbah secara efisien serta meminimalkan tindakan-tindakan yang meningkatkan perubahan iklim.

Karena saat kondisi lingkungan semakin baik, anak-anak memperoleh kesempatan yang lebih besar dalam tumbuh, belajar, serta berkembang dengan maksimal sehingga membentuk generasi mendatang yang lebih bugar.

Posting Komentar

0 Komentar