Ants— Persebaya Surabaya secara resmi mengakhiri kontrak tiga pemain asli daerah guna mempersiapkan kompetisi Super League musim 2026/2027, yaitu Andhika Ramadhani, Oktafianus Fernando, serta Riyan Ardiansyah.

Pengumuman tersebut dilakukan pada hari Rabu (10/6/2026) malam, mengakhiri perjalanan tiga pemain yang masing-masing memberikan kontribusi unik kepada tim Green Force, termasuk Andhika, seorang atlet asal Surabaya yang dibina oleh klub internal El Faza.

Bagaimana Persebaya Surabaya Mengumumkan Kepulangan Tiga Pemain Asli?

Persebaya Surabaya merilis pengunduran diri dari tiga pemain asli yang tidak termasuk dalam daftar tim Bernardo Tavares menyongsong kompetisi musim 2026/2027.

Yang secara resmi meninggalkan tim adalah Andhika Ramadhani, Oktafianus Fernando, dan Riyan Ardiansyah.

Menggunakan akun Instagram resmi klub, Persebaya Surabaya mengungkapkan rasa terima kasih kepada tiga pemain yang telah menunjukkan komitmen serta usaha mereka dalam memperkuat tim.

Pemutusan kontrak tersebut merupakan bagian dari upaya klub dalam memperbarui komposisi tim menyambut musim berikutnya.

"Persebaya menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdian dan usaha yang telah dilakukan. Ada kebahagiaan, ada kesedihan. Ada kemenangan, ada kekalahan. Ada pertemuan, ada perpisahan. Marilah kita ingat hal-hal indah saja, karena sesungguhnya kita tetap akan menjadi bagian dari satu keluarga besar Persebaya," demikian tulisan Persebaya Surabaya, pada hari Rabu (10/6/2026).

"Semoga selalu berhasil di manapun berada," tambah pernyataan resmi klub.

Siapakah sosok Andhika Ramadhani yang menjadi murid dari El Faza?

Andhika Ramadhani adalah salah satu tokoh yang paling menarik perhatian di antara para pemain yang meninggalkan tim.

Kiper berumur 27 tahun ini adalah anak asli Surabaya yang besar dalam sistem pengembangan klub lokal El Faza sebelum akhirnya masuk ke tim muda dan kemudian tim utama Persebaya Surabaya.

Jalannya hidup Andhika memang penuh tantangan sejak kecil. Ia hanya tinggal bersama ibunya yang mengelola sebuah warung kopi kecil, sedangkan selain jam sekolah dan latihan sepak bola, ia sering bantuan pamannya dalam pekerjaan sebagai petugas parkir.

Usaha kerjanya berhasil membuatnya masuk dalam tim Persebaya Surabaya U-20 yang menjadi juara Elite Pro Academy (EPA) tahun 2019.

Kemudian, Andhika mampu masuk ke dalam skuad utama dan berperan sebagai cadangan serta mitra Ernando Ari di depan gawang.

Menurut informasi dari Transfermarkt, harga pasaran Andhika mencapai Rp 3,04 miliar. Pemain ini resmi menjadi bagian dari skuad utama Persebaya Surabaya sejak tanggal 26 September 2020, dengan masa kontrak yang akan habis pada 31 Mei 2026.

Berapa besar kontribusi Andhika Ramadhani terhadap Green Force?

Peran Andhika dalam memperkuat Persebaya Surabaya cukup menonjol, khususnya saat ia diberi kepercayaan untuk menjadi kiper utama.

Data mengungkapkan bahwa dia telah bertanding dalam 71 laga pada berbagai turnamen.

Dari total itu, Andhika mencatatkan 23 kali tidak kebobolan dalam waktu bermain sepanjang 5.628 menit. Timnya kemasukan 76 gol di periode tersebut. Selain itu, ia mendapatkan empat kartu kuning saat membela tim Green Force.

Lembar bersih nomor 23 merupakan salah satu warisan berharga yang ditinggalkan Andhika menjelang pergi dari klub yang mengangkat namanya.

Nomor itu mencerminkan ketekunan penjaga gawang dalam menjalani tugas mempertahankan kandang Persebaya Surabaya.

Apa saja statistik Oktafianus Fernando dalam bermain bersama Persebaya Surabaya?

Pemain selanjutnya yang secara resmi hengkang dari Persebaya Surabaya ialah Oktafianus Fernando.

Pemain asal Jakarta yang berusia 32 tahun ini memperkuat tim Green Force sejak 27 November 2023 dan masuk sebagai salah satu pilihan utama di posisi sayap.

Berdasarkan informasi dari Transfermarkt, oktafianus memiliki harga pasaran sekitar Rp 869.08 miliar. Pemain yang biasanya tampil sebagai penyerang sayap kanan ini juga dapat digunakan di posisi sebelah kiri sesuai dengan keperluan tim.

Oktafianus menghabiskan waktu selama memperkuat Persebaya Surabaya dengan tampil di 86 laga. Dalam jumlah itu, dia mencetak lima gol serta memberikan 12 umpan terbaik dalam total durasi permainannya sebesar 4.334 menit.

Selain sumbangan serangannya, Oktafianus mendapat 14 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan satu kartu merah. Angka-angka ini menunjukkan gaya permainannya yang penuh semangat dan tekad kuat saat bertanding di lapangan.

Apa saja catatan yang dimiliki Riyan Ardiansyah sebelum berpamitan?

Riyan Ardiansyah adalah pemain lokal ketiga yang secara resmi meninggalkan Persebaya Surabaya. Pemain berasal dari Pati ini berusia 30 tahun dan saat bergabung pada 5 Februari 2026 dalam status dipinjam oleh Malut United FC.

Riyan mempunyai harga pasar sebesar sekitar Rp 1,74 miliar menurut catatan Transfermarkt dan terkenal sebagai pemain yang bisa mengisi berbagai posisi. Dia tidak hanya bertindak sebagai penyerang sayap kanan tetapi juga mampu tampil sebagai winger kiri atau bek kanan.

Walaupun hanya tampil sepanjang separuh musim bersama Green Force, Riyan masih mampu menyumbangkan yang terbaik untuk tim. Dalam 11 laga yang dijalaninya, ia berhasil mencetak satu gol serta mengirimkan satu umpan kunci dalam total waktu 514 menit bertanding.

Di samping itu, Riyan memiliki tiga kartu kuning saat bermain untuk Persebaya Surabaya. Berakhirnya masa pinjamannya menyebabkan hubungan antara pemain ini dan tim Green Force pun berakhir menjelang dimulainya musim baru.

Perginya Andhika Ramadhani, Oktafianus Fernando, serta Riyan Ardiansyah memperpanjang daftar pemain yang hengkang dari Persebaya Surabaya dalam jendela transfer musim ini.

Tindakan itu merupakan bagian dari proses penyusunan tim baru oleh Bernardo Tavares dalam menghadapi kompetisi Liga Utama 2026/2027 dengan susunan pemain yang lebih dinamis.