ANTS - Perwira Maritim Letnan Kolonel Rino Rianto telah secara resmi promosi jabatan menjadi Mayor Jenderal TNI Angkatan Laut dan sekarang menjabat sebagai Wakil Komando Batalyon Marinir 1 (Wadan Pasmar 1).

Sebelumnya ia dikenal sebagai Komandan Detasemen Jalamangkara (Denjaka), satuan elite anti-teror dari Angkatan Laut Republik Indonesia.

Profil singkat Letnan Jenderal TNI Angkatan Laut Rino Rianto

- Nama Asli: Letnan Jenderal TNI (Laut) Rino Rianto, S.Tri.Hanla., M.M., M.Han

- Tanggal dan Tempat Kelahiran: Mojokerto, Jawa Timur, tahun 1977

Pendidikan:

- Akademi Angkatan Laut (AAL), angkatan ke-45, tamat pada tahun 1999 - Lulusan AAL angkatan ke-45 yang menyelesaikan studinya pada tahun 1999 - Siswa AAL angkatan ke-45 yang lulus di tahun 1999 - Tamu dari akademi militer AAL, kelas 1999 - Alumni AAL angkatan ke-45 yang selesai belajar pada tahun 1999

- Akademi Perwira dan Komando (Apek) TNI, Bandung

Pendidikan global bekerja sama dengan Pasukan Marinir AS Kolaborasi pendidikan international dengan Angkatan Laut Amerika Serikat Program pembelajaran lintas budaya bersama pasukan khusus AS Pelatihan internasional dalam kerja sama dengan unit elite militer AS Sekolah berbasis global yang bekerjasama dengan anggota elit marinir AS

Brevet & Keahlian:

- Sertifikat Pengintai Amphibi (Taifib) Angkatan Laut

- Sertifikat pelatihan yang diperoleh oleh Pasukan Khusus Angkatan Laut AS

Karier Militer

- Kepala Detasemen Jalamangkara (Denjaka): Unit khusus anti teror dari sisi laut Angkatan Laut RI, yang merupakan gabungan pasukan Taifib dan Kopaska.

- Wadan Pasmar 1: Dilantik secara resmi tanggal 4 Juni 2026 berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/486/II/2026.

Penugasan:

- Unit Tempur Korps Marinir

- Satuan pengintai amfibi

Bidang pendidikan militer

Operasi khusus dan antiteror

- Nama Baik: Terkenal sebagai seorang petugas yang memiliki catatan keberhasilan baik di unit elite, mempunyai pengalaman luas dalam misi maritim, darat, serta udara.

- Pemimpinan: Berfokus pada perbaruan organisasi serta kesiapan anggota dalam menghadapi tantangan laut.

- Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat, mengganti posisi Letkol Mar Rino Rianto dari komando Detasemen Jalan Mangkara menjadi wakil komandan pasukan marinir (Pasmar) 1.

Perubahan tersebut ditandai oleh prosesi penyerahan jabatan yang dipimpin oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi di Markas Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (5/6/2026).

Rotasi itu merujuk kepada Keputusan Komandan Angkatan Bersenjata Nasional No. Kep/486/II/2026.

Di dalam putusan tersebut, Letnan Kolonel Maritim Rino Riant mendapatkan pangkat Mayor Jenderal TNI Maritim.

"Perubahan pimpinan ini adalah bagian dari pengembangan sumber daya manusia serta pergantian generasi organisasi agar tetap terjaga kelanjutan pelaksanaan tugas unit," demikian pernyataan yang dilansir melalui akun Instagram Marinir TNI AL, Jumat (5/6/2026).

Pada prosesi pelantikan pejabat baru, dibacakan Keputusan Panglima TNI, diserahkan tongkat komando dan lambang jabatan, beserta penandatanganan berita acara pengambilalihan tanggung jawab.

Di dalam pidatonya, Endi Supardi menyatakan bahwa Denjaka adalah satuan elit anti-teror dari bidang laut yang dibentuk guna menghadapi bermacam-macam ancaman keselamatan di area perairan.

Ia mengatakan bahwa satuan tersebut senantiasa harus siap melaksanakan tugas anti-terorisme, pencegahan sabotase, operasi khusus, serta misi-misi lain berdasarkan instruksi Kepala Staf Angkatan Bersenjata RI.

Denjaka adalah bagian dari satuan elit TNI yang didirikan guna menghadapi ancaman terorisme serta menjalankan misi khusus dalam wilayah laut.

Unit ini terdiri dari anggota yang dipilih dari Korps Marinir dan unit elit TNI AL lainnya.

Kepala Dinas Penerangan Marinir Letkol Rana Karyana menyampaikan bahwa hingga saat ini masih belum ada pengumuman tentang komando baru untuk Denjaka.

"Memang saat ini belum ada, sedang dalam proses," ujar Rana kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2026) hari ini.

(*/ANTS)