Ringkasan Berita:
- Setidaknya empat orang meninggal dunia serta beberapa lainnya terluka akibat rangkaian serangan pesawat tempur Israel di wilayah Selatan Lebanon mulai dari malam Kamis hingga hari Jumat (5 Juni 2026).
- Serangan terjadi di beberapa daerah di Nabatiyeh dan Tyre, termasuk kawasan dekat Rumah Sakit Jabal Amil
- Dalam kondisi ketegangan yang meningkat, penduduk mulai melarikan diri setelah Israel memperingatkan akan melakukan serangan terhadap beberapa kota lainnya.
ANTS, BEIRUT - Ketegangan di perbatasan antara Israel dan Lebanon memburuk lagi setelah beberapa serangan udara dari pihak Israel menyerang berbagai daerah di bagian selatan Lebanon mulai dari malam Kamis hingga hari Jumat (5/6/2026).
Setidaknya empat orang dilaporkan meninggal dunia serta beberapa orang lagi terluka dalam serangan yang menargetkan berbagai kota di daerah Nabatiyeh dan Tyre.
Dalam kondisi ketegangan yang meningkat, arus pemindahan penduduk juga muncul setelah tentara Israel memberi peringatan akan serangan baru terhadap beberapa daerah di bagian selatan Libanon.
Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), salah satu pemboman yang paling berdarah terjadi di kota Duweir, dekat Nabatiyeh.
Bangunan yang menjadi target serangan udara dari Israel tersebut rusak parah. Seorang korban dikabarkan meninggal dunia dan satu orang lagi terluka.
Di area yang sama, dua penduduk lainnya meninggal dunia akibat serangan militer Israel yang menyerang Wilayah Habbush.
Tentara Israel juga melakukan penyerangan terhadap beberapa kota lain dalam wilayah Nabatiyeh, seperti Upper Nabatiyeh, Zibdin, Shukin, Jibshit, serta Kafr Tabnit.
Di samping itu, dua struktur yang berada di wilayah Deir Zahrani juga menjadi target serangan dari pesawat perang Israel.
Penganiayaan di Sekitar Rumah Sakit Melukai 12 Orang Kekerasan yang Terjadi Di Sekitar Fasilitas Kesehatan Menyebabkan Luka Pada 12 Orang Peristiwa Kerusuhan dekat Tempat Tidur Medis Mengakibatkan Cedera pada 12 Individu Insiden Serangan di Area Rumah Sakit Membuat 12 Korban Luka Tindakan Kekerasan di Sekitar Bangunan Klinik Menimbulkan Cidera bagi 12 Jiwa
Di kawasan Tyre, bagian selatan Lebanon, serangan yang dilakukan Israel menargetkan kota Burj Qalawai serta Deir Kifa.
Seorang korban dinyatakan meninggal dunia dan satu lagi terluka akibat serangan yang menyerang Gedung Burj Qalawai.
Di sisi lain, serangan yang terjadi dekat Rumah Sakit Jabal Amil menimbulkan kerusakan besar.
Satu bangunan bank dikabarkan rusak parah karena bom meledak, dengan setidaknya 12 orang cedera.
Selain melakukan serangan udara, tentara Israel dikabarkan masih terus menerjang beberapa struktur di Wilayah Marjayoun, bagian selatan Lebanon.
Arus Pengungsi di Wilayah Selatan Libanon
Kondisi keamanan yang semakin buruk mengakibatkan para penduduk meninggalkan beberapa area yang menjadi sasaran operasi militer Israel.
Lembaga media di Lebanon menyebutkan adanya arus migrasi penduduk yang berlalu dari wilayah Arnaia dan Ankon setelah pasukan militer Israel memberi peringatan kepada penduduk untuk segera meninggalkan area itu.
Pembawa bicara Tentara Darat Israel, Avichai Adraee, dalam akun media sosialnya di X mengumumkan bahwa pasukan Israel akan melakukan serangan terhadap kota-kota Arnaya, Ankoun, dan Kafr Fila.
Dia meminta penduduk untuk menjauhi wilayah tempat tinggal mereka sejauh minimal satu kilometer agar terhindar dari kemungkinan ancaman serangan.
Beberapa kota itu terletak di seberang utara Sungai Zehran, area yang saat ini menjadi bagian dari daftar target terkini pasukan militer Israel.
Israel Perluas Ancaman Serangan
Ancaman Israel tidak terbatas hanya di tiga kota itu.
Sebelumnya, Adraee juga menyatakan bahwa angkatan bersenjata Israel akan melakukan operasi terhadap enam kota tambahan di wilayah Selatan Libanon, yaitu Sarafand, Tuffahta, Al-Babiliyya, Kakaiyyet Sanavbar, Al-Marwaniyya, serta Saqsaqiya.
Penduduk di daerah itu diperintahkan untuk segera meninggalkan rumahnya dan bergegas menuju utara Sungai Zehrani.
Pengembangan daftar sasaran ini terjadi mengingat kegagalan upaya gencatan senjata yang diwakili oleh Amerika Serikat antara Israel dan Libanon.
Gagalnya upaya diplomatik menciptakan ketakutan bahwa perselisihan di sepanjang batas dua negara bisa melebar lebih jauh, khususnya setelah masing-masing pihak mengambil posisi tegas dalam hal kondisi berhenti bertempur.
Sampai hari Jumat, masih tidak ada tanda-tanda penyelesaian dari perselisihan tersebut.
Serangan baru oleh Israel serta meningkatnya jumlah penduduk yang mengungsi semakin memperparah ketakutan tentang melebarnya konflik di wilayah Selatan Lebanon, sementara usaha negosiasi damai yang dipimpin Amerika Serikat masih belum berhasil mencapai titik temu. (Anadolu)
0 Komentar