Hari ini Dunia Kembali memberikan laporan mengenai berita-berita penting dari berbagai penjuru dunia dalam kurung waktu 24 jam terakhir.

Berita utama pada edisi hari Kamis, 4 Juni 2026 ini berasal dari konflik yang terjadi di kawasan Teluk.

Israeil dan Libanon menyepakati perjanjian damai

Israeil dan Libanon setuju untuk mengupdate gencatan senjata, serta membentuk beberapa wilayah aman "pilot" di dalam Libanon, tempat milisi Hizbullah dilarang memasuki area tersebut.

Pernyataan itu diungkapkan melalui sebuah pernyataan bersama dengan Amerika Serikat setelah negosiasi damai dilangsungkan di Washington, tanpa partisipasi dari Hizbullah.

Kedua belah pihak menyampaikan bahwa gencatan senjata "tergantung pada berhentinya sepenuhnya serangan milik Hizbullah serta penarikan keseluruhan anggota Hizbullah" dari wilayah-wilayah di sebelah selatan Sungai Litani.

"Pelangkah-pelangkah ini dapat mendorong perkembangan menuju kesepakatan damai dan keamanan yang menyeluruh," demikian isi pernyataannya.

Mantan Kepala BGN ditangkap

Dadan Hindayana, mantan Direktur Utama Badan Gizi Nasional (BGN), diamankan oleh Kejaksaan Agung dalam rangka pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Selasa lalu, Dadan beserta dua petinggi BGN lainnya dikelilingi oleh aparat hukum saat meninggalkan gedung Kejaksaan Agung sambil mengenakan tangan terborgol dan langsung naik ke kendaraan polisi yang telah siap menantinya.

Dua orang pria lainnya yang diamankan yaitu Mantan Kolonel Jenderal Lodewyk Pusung serta Letnan Jenderal Polisi Sony Sonjaya, Wakil BGN yang juga diberhentikan pada malam Selasa (02/06).

Pada acara jumpa pers, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Syarief Sulaiman menyampaikan bahwa pihaknya telah menemukan bukti yang menunjukkan adanya intervensi dalam proses pembelian serta penyerahan kontrak ke sebuah lembaga untuk menjalankan dapur.

Sebenarnya menurut pendapatnya, mereka tidak layak melakukan hal itu.

Belasan korban tewas dalam kebakaran di India

Setidaknya 21 orang meninggal dunia serta lebih dari 40 korban cedera terjadi saat api mengamuk di sebuah penginapan di Delhi, menurut pernyataan pihak berwajib.

Di area Malviya Nagar, bangunan ini dilengkapi dengan sebuah restoran di lantai bawah serta penginapan berupa homestay di bagian atasnya.

Para saksi mata menyebutkan sejumlah orang meloncat keluar dari gedung yang sedang terbakar guna menghindari nyala api, sementara para penghuni membawa tempat tidur dari toko dekat untuk mencegah orang-orang yang jatuh tertimpa.

"Seseorang menyebarakan matras, dan seorang wanita dari lantai tiga meloncati benda itu bersama dengan seorang anak kecil," ujar saksi Sher Khan kepada Reuters.

Foto-foto tempat kejadian menampilkan para anggota pemadam kebakaran sedang berupaya mengendalikan kobaran api, sementara asap pekat muncul dari dalam gedung itu.

Kegagalan atlet tenis putri unggulan dunia Kalahnya pemain tenis wanita teratas di dunia Keputusan buruk dari bintang tenis putri dunia Ketidakberhasilan pebasket wanita yang menjadi unggulan global Kehancuran prestasi atlet tenis wanita papan atas dunia

Aryna Sabalenka menyatakan bahwa dia ingin "mengakhiri karier tenisnya saat ini" usai dikalahkan dalam pertandingan tiga set oleh atlettenis asal Rusia, Diana Shnaider, pada babak perempat final French Open.

Petenis asal Belarusia itu kesulitan menghadapi angin dalam meraih set pertama, berhasil unggul 4-1 di set kedua, dan tinggal selangkah lagi mencapai kemenangan ketika sedang serve dengan skor 5-4.

Namun pada saat itu permainan mulai bergeser, sehingga Shnaider berhasil meraih 10 game berturut-turut dan akhirnya menang dengan skor 3-6, 7-5, 6-0.

Keputusan tersebut sangat menyakitkan hingga atlet yang telah meraih gelar grand slam sebanyak empat kali itu mengungkapkan bahwa ia tak ingin memandang lapangan tenis kembali.

"Tiada pemikiran, tiada perasaan, saya hanya ingin berhenti bermain tenis saat ini juga," ujar Sabalenka.