Editors Choice

3/recent/post-list

Pengikut

Bahlil Jamin Ketersediaan Gas Industri Aman

Ants - Dalam kondisi khawatir mengenai suplai gas, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Bahlil Lahadalia menjamin bahwa pasokan gas dalam negeri tetap aman. Meski demikian, stabilitas tersebut tetap dikelilingi oleh peningkatan harga yang sulit dihindari karena ketidakstabilan pasar energi internasional.

Isu energi ini menjadi topik perbincangan hangat setelah para pelaku usaha dan organisasi buruh mengungkapkan kekhawatiran mereka. Menanggapi hal itu, Bahlil menekankan bahwa inti masalah saat ini tidak berada pada ketidakcukupan pasokan, tetapi hanya berkaitan dengan penyesuaian tarif.

"Berdasarkan pasokan, saya menjamin bahwa segala kebutuhan dalam negeri kami akan LNG telah cukup tersedia. Meskipun harganya mengalami peningkatan, situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Hal serupa juga dialami oleh berbagai negara di dunia," tegas Bahlil ketika dikonfirmasi di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (8/6).

Sebagai pembuat kebijakan, Bahlil menganggap kenaikan harga gas dalam negeri sebagai akibat yang sulit dihindari dari meningkatnya harga energi global. Menurutnya, pemerintah tidak berdiam diri dan tetap mengawasi perkembangan pasar guna mengurangi dampak merugikan bagi lingkungan bisnis nasional.

Semua kebutuhan tersedia secara cukup. Harganya memang turun sesuai dengan perkembangan harga global. Hanya saja di Indonesia harganya meningkat, sedangkan di tingkat internasional tidak mengalami peningkatan," katanya, berusaha menjelaskan kepada masyarakat bahwa perubahan ini bukanlah fenomena yang terjadi secara lokal.

Di sisi lain, mengenai HGBT, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah sedang berusaha keras untuk menyusun rumusan yang terbaik. "Harga HGBT tersebut memang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sampai saat ini kami masih mencari [sistem] agar menjadi lebih efisien," katanya.

Sementara Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, sebelumnya sudah memberikan peringatan tajam kepada pemerintah. Dia menyampaikan ancaman akan munculnya gelombang pemutusan hubungan kerja yang luas apabila beban biaya energi ini tidak segera dikurangi.

Tekanan paling besar saat ini dialami oleh sektor-sektor berbasis tenaga kerja, misalnya industri keramik dan sandal di mana laba yang diperoleh semakin menyusut akibat biaya produksi yang melonjak tinggi, sehingga mengharuskan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengurangi kemampuan produksinya.

Posting Komentar

0 Komentar