Editors Choice

3/recent/post-list

Pengikut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS (DM)


A. PENGERTIAN

Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia (kenaikan kadar gula darah) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. DM tipe 2 khususnya terjadi karena resistensi insulin di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara normal.




B. PATOFISIOLOGI

Secara singkat, DM Tipe 2 disebabkan oleh faktor genetik, obesitas, dan gaya hidup. Hal ini menyebabkan sel beta pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Akibatnya, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dan menumpuk di pembuluh darah (Hiperglikemia). Hiperglikemia menyebabkan diuresis osmotik (poliuria) yang memicu dehidrasi (polidipsia) dan sel yang "kelaparan" memicu rasa lapar berlebih (polifagia).

C. PENGKAJIAN (DATA SUBJEKTIF & OBJEKTIF)

Data Subjektif (Keluhan Pasien)Data Objektif (Hasil Pemeriksaan)
1. Pasien mengeluh sering merasa haus (polidipsia).1. Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) > 200 mg/dL.
2. Pasien mengeluh sering kencing di malam hari (poliuria).2. Kadar Gula Darah Puasa (GDP) > 126 mg/dL.
3. Pasien mengeluh cepat merasa lapar (polifagia).3. Tampak lemas dan mukosa bibir kering.
4. Pasien mengeluh badan terasa sangat lelah/lesu.4. Terdapat penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
5. Pasien mengeluh pandangan kadang kabur.5. Hasil lab urine menunjukkan Glukosuria (+).

D. DIAGNOSA KEPERAWATAN (SDKI)

Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah (D.0027) berhubungan dengan disfungsi pankreas atau resistensi insulin.


E. RENCANA KEPERAWATAN (SLKI & SIKI)

1. Luaran Keperawatan (SLKI)

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan Kestabilan Kadar Glukosa Darah meningkat dengan kriteria hasil:

  • Lelah/lesu menurun.

  • Rasa haus (polidipsia) menurun.

  • Kadar glukosa dalam darah membaik (normal: 80-130 mg/dL).

2. Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Hiperglikemia (I.03115)

  • Observasi: Monitor kadar glukosa darah dan monitor tanda-tanda hiperglikemia.

  • Terapeutik: Berikan asupan cairan oral yang cukup.

  • Edukasi: Ajarkan diet DM (3J), aktivitas fisik, dan kepatuhan minum obat.

  • Kolaborasi: Kolaborasi pemberian insulin atau obat antidiabetik oral (misal: Metformin).


F. IMPLEMENTASI & EVALUASI (SOAP)

Hari/TglImplementasiEvaluasi (SOAP)
Hari 1

1. Memeriksa GDS (Hasil: 340 mg/dL).


2. Memberikan edukasi diet rendah gula.


3. Memberikan injeksi insulin sesuai dosis.

S: Pasien mengatakan masih sering haus.


O: GDS 340 mg/dL, bibir kering.


A: Masalah belum teratasi.


P: Lanjutkan monitoring GDS.

Hari 2

1. Memonitor GDS (Hasil: 210 mg/dL).


2. Mendorong pasien minum air putih cukup.


3. Mengobservasi gejala poliuria.

S: Pasien merasa badan lebih segar.


O: GDS 210 mg/dL, turgor kulit membaik.


A: Masalah teratasi sebagian.


P: Lanjutkan kolaborasi obat/insulin.


G. DAFTAR PUSTAKA

  1. PPNI (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: DPP PPNI.

  2. PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta: DPP PPNI.

  3. PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI): Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta: DPP PPNI.

  4. PERKENI (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI.

  5. Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2018). Brunner & Suddarth's Textbook of Medical-Surgical Nursing. Philadelphia: Wolters Kluwer.

Posting Komentar

0 Komentar