jateng.Ants SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menyediakan setidaknya 6.000 tempat duduk tambahan lewat program sekolah swasta berbiaya murah yang termasuk dalam Proses Pendaftaran Siswa Baru (SMB). SPMB ) 2026.
Tindakan ini diambil guna meningkatkan kesempatan belajar serta menangani kekurangan kapasitas sekolah swasta.
Kepala Daerah Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan SPMB kali ini, Pemerintah Kota bekerja sama dengan 133 lembaga pendidikan swasta yang tidak memungut biaya, meliputi tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Melalui sistem ini, kuota jalur kependudukan, prestasi atau perpindahan di sekolah negeri tetap dipertahankan. Sekolah swasta berbasis gratis merupakan salah satu bagian dari solusi dalam meningkatkan kapasitas layanan pendidikan," ujar Agustina di Semarang, Selasa (10/6).
Ada sebanyak 133 sekolah yang ikut serta, yaitu 40 Taman Kanak-Kanak, 48 Sekolah Dasar, dan 45 Sekolah Menengah Pertama yang ada di berbagai daerah kota Semarang.
Bukan saja meningkatkan kapasitas pendidikan, Selain memperluas kemampuan edukasi, Tidak hanya mengembangkan daya tampung pembelajaran, Bukan sekadar menambah ruang lingkup pengajaran, Hanya bukan semata-mata meningkatkan jumlah fasilitas belajar, Tidak hanya berkontribusi pada peningkatan sistem pendidikan, Bukan cuma memberi tambahan kesempatan untuk belajar, Tidak hanya menyumbang kepada ekspansi dunia pendidikan, Lebih dari itu, mendorong pertumbuhan sektor edukasi, Serta membuka peluang lebih besar dalam bidang pendidikan. Pemkot Semarang juga menyajikan beberapa inovasi dalam penyelenggaraan SPMB tahun 2026. Salah satu di antaranya adalah dengan memasukkan sekolah swasta berbayar ke dalam sistem pendaftaran online yang sama seperti sekolah negeri.
Kebijakan tersebut memberi kesempatan kepada siswa yang akan mendaftar serta para orang tua untuk melihat semua opsi sekolah di dalam sebuah sistem yang terintegrasi.
Di samping itu, pemerintah kota Semarang memberikan peluang kepada anak-anak dari keluarga pemukim yang sudah tinggal di Kota Semarang walaupun dokumen kependudukan mereka masih tetap di tempat asalnya.
Berdasarkan pernyataan Agustina, tindakan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjamin bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk memperoleh pendidikan.
"Kebijakan ini merupakan bagian dari usaha untuk meningkatkan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di Kota Semarang, termasuk para pemuda pendatang yang masih belum melakukan perubahan administratif kependudukan," katanya.
Pemerintah Kota Semarang berharap skema baru dapat membantu menekan perbedaan jumlah peserta didik di tiap sekolah, khususnya pada tingkat Sekolah Dasar Negeri yang sebelumnya memiliki beberapa sekolah dengan calon pendaftar sangat banyak, sedangkan sekolah lain kesulitan dalam mendapatkan siswa.
Pada penyelenggaraannya, SPMB 2026 terus memegang teguh prinsip kesamaan dan keadilan. Bagi tingkat TK dan SD, jumlah peserta yang berasal dari daerah setempat ditentukan paling rendah sebesar 70 persen, afirmasi sekurangnya 20 persen, sementara perpindahan maksimum hanya 5 persen.
Di sisi lain, untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri, kuota warga setempat ditentukan sebesar 40 persen sesuai aturan yang berlaku.
Pengajuan pendaftaran SPMB untuk tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar akan diadakan secara online dari tanggal 8 hingga 12 Juni 2026. Berikutnya, proses analisis data dan penilaian akan berlangsung antara 15 hingga 16 Juni, pengumuman kelulusan dilakukan pada 17 Juni, serta masa daftar ulang berlangsung pada 17 sampai 19 Juni tahun yang sama.
Bersamaan dengan penambahan 6.000 tempat duduk dari sekolah swasta yang bebas biaya, pemerintah Kota Semarang berharap tidak ada siswa usia sekolah yang kehilangan peluang untuk mendapatkan pendidikan hanya karena kurangnya kapasitas di sekolah negeri. (jpnn)
0 Komentar