Editors Choice

3/recent/post-list

Pengikut

SMA Maulana Yusuf Serang Apresiasi Program Sekolah Gratis Banten

KABAR BANTEN – Program Sekolah Gratis (PSG) yang diperkenalkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Banten mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak di dunia pendidikan swasta. Misalnya, SMA Maulana Yusuf Kota Serang mengapresiasi program ini karena dinilai memberi kontribusi besar dalam menjaga kelangsungan operasional sekolah serta memperkurangi kesulitan finansial bagi para orang tua peserta didik.

Ketua SMA Maulana Yusuf Kota Serang, Buntani, menyampaikan bahwa bantuan senilai Rp150 ribu per siswa setiap bulannya yang disalurkan lewat Program Sekolah Gratis memiliki pengaruh baik terhadap institusi pendidikan swasta di mana sebagian besar muridnya datang dari kalangan keluarga berpenghasilan menengah bawah.

"Alhamdulillah, dalam penyelenggaraan SPMB Tahun Ajaran 2026-2027, kami benar-benar mengalami keuntungan dari program pemerintah tersebut. Bantuan pendidikan gratis senilai Rp150 ribu per murid cukup berpengaruh terhadap pengoperasian sekolah," kata Buntani kepada Kabar Banten, Jumat 11 Juni 2026.

Mulai tahun 2019 tidak ada pemungutan SPP lagi Sudah sejak 2019 bebas dari pembayaran SPP Pada 2019 sudah dihapuskan pengenaan SPP Dari tahun 2019 kebijakan SPP dibatalkan Tahun 2019 merupakan awal berlakunya pembatasan pemunggutan SPP

Buntani menyampaikan bahwa SMA Maulana Yusuf dalam beberapa tahun terakhir telah berusaha menawarkan kesempatan pendidikan yang murah bagi warga. Sejak tahun 2019 lalu, lembaga pendidikan ini sudah tidak lagi mengenakan biaya SPP kepada siswanya.

Ia mengatakan bahwa keadaan ekonomi mayoritas orang tua peserta didik merupakan faktor utama yang dipertimbangkan oleh sekolah dalam menentukan penghapusan biaya pendidikan tambahan.

Tahun 2021, pihak sekolah pernah mencoba memberlakukan biaya tambahan senilai Rp50 ribu setiap bulannya. Akan tetapi, aturan ini kurang efektif lantaran hanya sedikit murid yang mampu memenuhinya.

"Kami pernah mengajukan pengumpulan dana sebesar Rp50 ribu per murid, namun hanya sekitar tujuh orang yang bersedia membayarnya. Banyak para orang tua merasa bahwa biaya transportasi saja sudah memberatkan, oleh karena itu kami bisa memahami situasi mereka," ujarnya.

Dukungan PSG Menutupi Kelemahan Anggaran Operasional

Buntani menyampaikan bahwa bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten merupakan jawaban terhadap kurangnya alokasi dana operasional yang sebelumnya masih kesulitan untuk dipenuhi melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Uang itu dialokasikan untuk memenuhi berbagai keperluan sekolah, seperti pembayaran tagih listrik dan internet, penyediaan buku-buku, pemeliharaan fasilitas serta infrastruktur, juga membantu para guru dalam melakukan perjalanan menuju pelatihan maupun acara edukasi lainnya.

"Sebelum adanya Program Sekolah Gratis, dana operasional kami seringkali tidak mencukupi. Setelah menerima bantuan tersebut, situasi keuangan sekolah menjadi jauh lebih baik dan hampir cukup untuk menangani keperluhan harian," katanya.

Dia menyampaikan bahwa manfaat dari program ini secara langsung dinikmati oleh para orang tua siswa, karena berbagai biaya pendidikan yang dulu mungkin akan dipbebani kepada walimurid kini bisa ditanggung dengan bantuan pemerintah.

"Orang tua merasa bersyukur karena sejak program ini dijalankan tidak lagi terjadi pemungutan dana untuk ujian, penilaian tengah semester, semester atau aktivitas akademik lainnya," katanya.

Mohon agar program sekolah gratis tetap dilanjutkan Minta supaya pendidikan gratis di sekolah terus berlangsung Agar program belajar tanpa biaya dapat dipertahankan Diharapkan kebijakan pendidikan murah tetap diteruskan Perlu adanya kelanjutan dari program pengajaran gratis Sekolah dengan sistem bebas biaya harus dilestarikan Diharapkan agar layanan pendidikan gratis tidak dihentikan Program pembelajaran gratis perlu terus berjalan Supaya siswa bisa merasakan manfaat dari pendidikan yang tak berbayar Pemerintah dimohon untuk mempertahankan skema pendidikan gratis

Buntani memberi penghargaan kepada Pemprov Banten, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Banten beserta Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi Banten yang telah menciptakan program tersebut.

Baginya, Program Sekolah Gratis merupakan contoh dari komitmen pemerintah kepada lembaga pendidikan swasta yang sejak lama turut serta menyumbang dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi rakyat.

Oleh karena itu, dia berharap agar program ini tetap dijalankan dan dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami berharap agar program ini terus dilanjutkan, dan seandainya bisa ditingkatkan kualitasnya. Manfaat dari program ini telah terlihat jelas baik bagi sekolah maupun masyarakat," ujarnya.

Mempunyai 58 siswa serta 14 tenaga pengajar

Sekarang SMAN Maulana Yusuf Kota Serang memiliki total 58 murid yang berada di kelas X dan XI. Sedangkan sebanyak 31 siswa dari kelas XII telah resmi lulus dalam masa pelajaran 2025-2026.

Sekolah mendapatkan dukungan dari 14 orang pengajar selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Dari total itu, sepuluh guru sudah memiliki sertifikat, sementara empat sisanya masih dalam tahap pemberkasan sertifikasi dan beberapa di antaranya sudah berusia lebih dari 60 tahun.

Di samping itu, sekolah mempunyai dua staf pendukung yang berperan dalam mengelola administrasi umum serta urusan kurikulum.

Walaupun dukungan dari Program Sekolah Gratis belum sepenuhnya mencukupi semua keperluasan operasional sekolah, Buntani menganggap hadirnya program ini sudah menjadi fondasi utama bagi sekolah swasta yang memiliki jumlah siswa yang cukup sedikit.

"Jika dikatakan cukup sepenuhnya memang masih kurang, namun jika dibandingkan dengan masa lalu keadaannya jauh lebih baik. Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini benar-benar terasa manfaatnya," tuturnya. ***

Posting Komentar

0 Komentar