Editors Choice

3/recent/post-list

Pengikut

Pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap Dimulai, 270 Siswa Diterima Tahun Pertama

Ants, CILACAP - Konstruksi Sekolah Rakyat di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap sedang dipercepat dan saat ini sudah mencapai kemajuan sekitar 56 persen dalam rangka program pemerintah untuk memberi kesempatan pendidikan gratis kepada warga yang memiliki kondisi ekonomi lemah.

"Progres pembangunan kini telah mencapai sekitar 56 persen, dan kami tetap berupaya mempercepat proses sehingga sarana penting bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan," ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap, Moch Ichlas Riyanto, pada hari Jumat (11/6/2026).

Sekolah Rakyat yang terletak di area seluas 5,5 hektar direncanakan akan dimulai operasionalnya pada awal atau pertengahan Juli tahun 2026 dengan daya tampung awal mencapai 270 murid dari tingkat Sekolah Dasar, Menengah Pertama, dan Menengah Atas.

Badan Pemerintahan Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan pihak yang bertanggung jawab atas proyek pembangunan tetap berusaha menyelesaikan infrastruktur pendukung seperti ruangan kelas, asrama siswa, dapur masakan, ruang untuk para guru, dan beberapa fasilitas tambahan lainnya menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

"Kami berharap semua sarana pokok yang diperlukan oleh para siswa selesai di akhir bulan Juni tahun 2026 agar kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu ketika menerima murid baru," katanya.

Di sisi lain, proses pengambilan siswa tetap berlangsung dengan merujuk kepada data keluarga sangat miskin yang didapatkan secara langsung oleh Kementerian Sosial sebagai target utama Program Sekolah Rakyat.

"Pengajuan data calon peserta didik telah kami terima dari Departemen Sosial, khususnya untuk keluarga di desil pertama dan kedua yang menjadi fokus utama dalam penerimaan bantuan program ini," kata Ichlas.

Agar dapat menemukan siswa potensial yang memenuhi kriteria, Dinas Sosial bekerja sama dengan pembimbing program Keluarga Harapan (PKH) di berbagai kecamatan untuk melaksanakan kunjungan langsung ke rumah-rumah target.

Ia mengatakan bahwa kami melakukan perekrutan melalui pembimbing PKH di seluruh area Cilacap agar anak-anak yang berhak, termasuk mereka yang tidak menyelesaikan Sekolah Dasar, bisa mendapatkan manfaat dari program tersebut.

Sampai saat ini permintaan pendaftaran di tingkat SMP dan SMA tetap mengalami peningkatan, walaupun proses pemverifikasian dan pengujian data masih berlangsung guna memastikan bahwa para penerima manfaat betul-betul memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

"Saat ini minat dari siswa SMP dan SMA telah mencapai sekitar 200 sampai 300 peserta, tetapi semua informasi masih dalam proses validasi untuk memastikan targetnya sesuai," katanya.

Di sisi lain, jumlah siswa yang mengajukan diri untuk tingkat Sekolah Dasar masih terbilang sedikit, sehingga pemerintah terus meningkatkan usaha penetrasi kepada masyarakat.

"Jumlah siswa di tingkat SD yang tercatat masih sangat sedikit, oleh karena itu kami kembali melaksanakan pencegahan serta penyampaian laporan ke Departemen Sosial," ujarnya.

Pemerintah berharap adanya Sekolah Rakyat dapat menjadi jawaban untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dari kalangan keluarga miskin serta sangat miskin yang sebelumnya kesulitan mengakses fasilitas pendidikan bermutu.

Ichlas mengatakan, kami berharap semua keperluan siswa bisa dipenuhi agar proses pembelajaran berlangsung secara maksimal dan manfaatnya betul-betul dirasakan oleh masyarakat yang memerlukan.

Dengan program yang sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah, para siswa tidak perlu memikirkan biaya pendidikan serta keperluhan tambahan saat menjalani proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.

"Seluruh keperluan siswa ditanggung sepenuhnya oleh negara, termasuk pendidikan dan berbagai sarana penunjang lainnya, sehingga tidak ada biaya yang dikenakan sama sekali," tegasnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar