ANTS– Tidak semua calon mahasiswa yang diterima dalam seleksi masuk universitas negeri melanjutkan pendaftaran kembali, hal ini memberikan kesempatan kepada institusi pendidikan swasta untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru.
Di Provinsi Kalimantan Selatan, angka partisipasi mahasiswa baru dalam pendaftaran kembali di beberapa perguruan tinggi negeri masih belum mencapai 100%.
Pengajuan ulang mahasiswa di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mencapai kurang lebih 90 persen. Sementara itu, di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin berkisar pada 89 persen.
Keadaan yang sama juga mendapat perhatian dari level nasional, dimana Komite SNPMB mengungkap bahwa cukup banyak peserta didik yang lolos dalam seleksi tetapi pada akhirnya membatalkan pendaftaran kembali.
Ketua Umum Yayasan Uniska MAB, Budiman Mustafa menganggap situasi ini memberikan kesempatan kepada universitas swasta dalam memperoleh calon mahasiswa yang gagal melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Negeri.
"Kami harapkan para calon yang belum melakukan pendaftaran ulang ke Perguruan Tinggi Negeri dapat mengikuti ujian tahap dua di Uniska," kata dia, minggu (28/6).
Namun, Budiman mengakui bahwa kompetisi untuk memperoleh calon siswa baru pada tahun ini semakin ketat.
Menurutnya, salah satu kendala yang dialami Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ialah proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri yang memakan waktu cukup lama, membuat para calon siswa tetap memiliki banyak alternatif pilihan.
Dia menyampaikan bahwa masalah ini juga menjadi keluh kesah sejumlah PTN di Indonesia.
Di acara PTS, mereka juga menyarankan kepada pemerintah untuk memberlakukan batasan dalam menerima calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri.
"Semua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) merasa kesal. Kami menyarankan agar penerimaan calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri juga dibatasi. Jika perguruan tinggi negeri tetap menerima banyak mahasiswa dengan periode pendaftaran yang lama, pastinya ruang untuk PTS akan semakin berkurang," katanya.
Walaupun menghadapi berbagai kendala, Budiman menyampaikan bahwa Uniska masih percaya diri dapat mencapai target jumlah calon mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026/2027.
Hal ini juga di dukung oleh tetap bukannya gelombang kedua serta beragam program bantuan pendidikan, antara lain KIP Kuliah, Uniska Peduli, serta beasiswa untuk mahasiswa yang memiliki prestasi atau kurang mampu.
Di sisi lain, Rektor Universitas Islam Negeri (Unika) MAB Prof Mohammad Zainul menyampaikan bahwa pencapaian penerimaan calon mahasiswa baru masih sulit dievaluasi hanya berdasarkan gelombang pertama.
Menurutnya, cukup banyak calon mahasiswa baru yang masih menantikan pengumuman hasil seleksi atau sedang mempertimbangkan opsi-opsi lain sebelum akhirnya melakukan pendaftaran di gelombang dua.
"Beberapa saat di gelombang awal tampaknya belum optimal, namun setelah gelombang berikutnya malah mengalami peningkatan karena para calon mahasiswa masih menunggu dan melihat perkembangan. Akhir dari proses ini baru akan terlihat setelah gelombang kedua selesai," katanya. (msr)
0 Komentar