Tokoh yang biasa dipanggil Kiki menyampaikan bahwa keadaan ini muncul bersamaan dengan indikator pasar global yang dirilis oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta Financial Times Stock Exchange (FTSE).
"Secara valuasi, Indeks Harga Saham Gabungan kini berada di tingkat yang cukup menguntungkan karena memiliki valuasi yang lebih murah dibandingkan masa lalu," kata Kiki dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6).
Kiki menyampaikan bahwa kinerja perusahaan di kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan arah yang positif, ditandai oleh peningkatan pendapatan serta kemampuan laba, yang memberi dasar kuat bagi IHSG.
Dia melanjutkan, struktur pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan lantaran didukung oleh para investor lokal khususnya ritel yang semakin bertambah jumlahnya.
"Jumlah pemodal di pasar modal semakin bertambah, naik dari 12,17 juta orang pada tahun 2023 menjadi sebanyak 26,49 juta hingga bulan April 2026," katanya.
Selanjutnya, pasar modal di Indonesia kini dikuasai oleh para investor individual yang mencapai 26,43 juta orang hingga bulan April 2026. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah perusahaan atau dana investasi.
Namun demikian, kesempatan untuk memperdalam pasar masih sangat luas mengingat jumlah investor harian yang aktif telah mencapai 248.000 hingga bulan April 2026, dengan proporsinya sebesar sekitar 1,69 persen dari total investor.
0 Komentar