Ants Satu tahun yang lalu, saya pernah mempercayai bahwa perubahan penting harus diawali dengan tindakan-tindakan besar. Saya bayangkan bahwa agar bisa lebih produktif, lebih tenang, atau lebih berhasil, saya harus merombak keseluruhan cara hidup secara bersamaan.
Ternyata saya salah.
Psikologi kontemporer mengungkapkan bahwa perubahan sejati dalam kehidupan biasanya muncul dari kebiasaan kecil yang diterapkan dengan konsistensi. Bukan tindakan besar yang hanya sekali dilakukan, tetapi aktivitas harian yang dilakukan berulang kali tanpa memerlukan sorotan berlebihan.
Dalam setahun terakhir ini, saya telah memulai beberapa kebiasaan di pagi hari yang terlihat sederhana. Tidak ada hal-hal yang luar biasa. Tidak juga adanya ritual keras yang membuat saya harus bangun jam 4 pagi atau melakukan lari ratusan kilometer sebelum matahari menyingsing.
Tetapi secara tidak disadari, kebiasaan tersebut sedikit demi sedikit merubah pola pikir, metode kerja, interaksi dengan sesama, bahkan kondisi kesehatan jiwa saya.
Menurut laporan Expert Editor hari Senin (8/6), ada delapan kebiasaan pagi yang secara tidak disadari memiliki pengaruh paling besar terhadap hidup saya berdasarkan penelitian psikologis.
1. Hindari menggenggam ponsel segera setelah bangun tidur
Pada masa lalu, langkah pertama yang selalu saya lakukan di pagi hari ialah menghidupkan ponsel. Saya memeriksa notifikasi, media sosial, berita terkini, surel, serta beragam pesan yang datang sepanjang malam.
Kendala yang saya alami adalah bahwa saya belum berhasil mengenali perasaan diri sendiri, sementara dunia telah memengaruhi kondisi emosional saya.
Psikologi konsentrasi mengatakan bahwa otak di waktu pagi masih dalam keadaan yang cukup segar. Jika kita segera membanjiri diri dengan data dan informasi, fokus akan mudah terserap sebelum hari benar-benar tiba.
Dalam satu tahun terakhir, saya berusaha menghindari menggunakan ponsel selama 20 hingga 30 menit setelah bangun dari tidur. Jangka waktu pendek ini saya manfaatkan untuk meminum air, menyusun tempat tidur, atau hanya sekadar menikmati ketenangan di pagi hari.
Hasilnya sangat mengherankan. Perasaan menjadi lebih damai dan saya tidak lagi memulai pagi dengan perasaan tergesa-gesa.
2. Merapikan Tempat Tidur
Kebiasaan ini terdengar sepele.
Bagaimana bisa melipat selimut memengaruhi kehidupan seseorang?
Namun di bidang psikologi perilaku, melakukan hal-hal kecil sejak pagi bisa menciptakan rasa pencapaian awal. Otak menerima sinyal bahwa hari telah dimulai dengan aktivitas yang terstruktur.
Mengatur tempat tidur hanya memerlukan waktu satu hingga dua menit, namun memiliki dampak psikologis yang jauh lebih besar dari apa yang terlihat.
Ketika ruangan tampak bersih dan rapi, pikiran pun terasa lebih jernih. Kebiasaan sederhana ini kerap menjadi "keberhasilan awal" yang mendorong timbulnya kebiasaan baik lainnya sepanjang harinya.
3. Konsumsi air sebelum mengonsumsi apapun
Setelah beristirahat selama beberapa jam, tubuh mengalami keadaan sedikit terlalu kering.
Saya dulu segera meminum kopi begitu bangun pagi. Sekarang saya biasakan mengonsumsi satu sampai dua gelas air mineral lebih dulu.
Selain bermanfaat untuk mengembalikan kelembapan tubuh, aktivitas sederhana ini juga berfungsi sebagai pengingat bahwa kesehatan diwujudkan melalui langkah-langkah mendasar yang kerap kali kita lalaikan.
Psikologi kebiasaan mengungkapkan bahwa tindakan yang sederhana dan mudah dilakukan cenderung lebih mungkin dipertahankan secara teratur daripada tujuan besar yang sulit dipelihara kesadarannya.
4. Mencatat Tiga Hal yang Aku Bersyukurkan
Pertama-tama saya meremehkan kebiasaan bersyukur karena dianggap biasa saja.
Namun setelah melakukannya dengan teratur, saya menyadari alasan di balik fokus berbagai studi psikologi positif pada kepentingan rasa bersyukur.
Tiap pagi aku mencatat tiga hal yang kutemukan untuk bersyukur. Terkadang hal-hal penting, misalnya kesehatan anggota keluargaku. Tidak jarang juga sesuatu yang sangat biasa, seperti langit yang terbuka atau istirahat yang cukup.
Kebiasaan ini membantu otak menjadi lebih sadar akan hal-hal positif yang telah tersedia di kehidupan seseorang.
Dengan berjalannya waktu, saya semakin merasa percaya diri, lebih tenang dalam menghadapi tantangan, serta tidak lagi terlalu memikirkan ketidakhadiran hal-hal yang belum saya punya.
5. Melakukan jalan kaki atau bergerak selama 10 hingga 15 menit
Psikologi serta bidang neurosains mengungkapkan bahwa kegiatan tubuh berkaitan dekat dengan perasaan seseorang.
Saya pernah mengira olahraga harus selalu melelahkan untuk memberikan manfaat. Kini saya memahami bahwa aktivitas fisik sederhana juga bisa membawa pengaruh penting.
Saya mencoba untuk berjalan-jalan, meregangkan tubuh, atau melakukannya kegiatan sederhana lainnya setiap pagi selama 10 sampai 15 menit.
Pergerakan ini memperkuat kemampuan tubuh dalam menghadapi aktivitas sehari-hari, menaikkan tingkat energi, serta mengurangi perasaan lelah yang biasanya terjadi pada waktu pagi.
Selain itu, kegiatan fisik mengirimkan pesan kepada otak bahwa saya sedang menjaga kesehatan diri sendiri.
6. Memilih Salah Satu Kepentingan Utama Pada Hari Tersebut
Salah satu faktor utama yang menyebabkan kecemasan ialah berusaha mengerjakan begitu banyak tugas secara bersamaan.
Oleh karena itu, tiap pagi saya selalu menanyakan pada diri sendiri:
Bila hanya ada satu hal yang bisa saya selesaikan pada hari ini, apakah itu yang paling utama?
Pertanyaan yang mudah ini memudahkan pengalihan perhatian.
Psikologi kognitif mengungkapkan bahwa kapasitas perhatian seseorang memiliki batasan. Jika ada terlalu banyak objek yang saling berebut perhatian di otak, maka tingkat fokus akan berkurang.
Dengan menjadikan satu tujuan utama sebagai fokus, saya merasa lebih yakin saat membuat keputusan sepanjang hari serta sulit terganggu dengan sesuatu yang tidak begitu signifikan.
7. Mengakses Beberapa Lembaran Buku
Sejak lama saya sering merasa kesulitan menemukan waktu untuk membaca.
Sebenarnya, saya cuma tidak memiliki waktu khusus.
Kini saya membaca antara lima sampai sepuluh halaman buku setiap hari pagi. Meskipun jumlahnya sedikit, dampak kumulatifnya sangat mengagumkan.
Setiap tahun, ratusan buku mampu saya akhiri tanpa merasakan beban berat.
Selain meningkatkan pengetahuan, membaca pada waktu pagi membuat pikiran siap dalam kondisi merenung menjelang kesibukan kerja serta gangguan dari media digital.
8. Tidak Bergerak Sementara Waktu
Kebiasaan akhir mungkin yang paling mudah namun juga paling rumit.
Tidak melakukan apa-apa.
Hanya berdiam diri, menghirup napas secara perlahan, serta fokus pada hal-hal yang terjadi di dalam benak.
Psikologi perhatian penuh menyatakan bahwa mampu memperhatikan pikiran tanpa segera merespons bisa membantu pengendalian emosi serta mengurangi rasa stres.
Pada awalnya saya hanya bisa melakukan itu selama dua atau tiga menit. Perlahan-lahan kemudian bertambah menjadi lima sampai sepuluh menit.
Tidak semua waktu saya merasa tenang atau gembira setelah itu. Tapi saya semakin menyadari pemikiran dan perasaan yang timbul, sehingga tidak cepat terjebak dalam rasa cemas atau khawatir.
Penutup
Perubahan paling signifikan dalam hidup saya dalam satu tahun terakhir justru berasal bukan dari keputusan besar yang menonjol. Perubahan tersebut timbul dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dikerjakan setiap pagi dengan konsistensi.
Tidak ada kebiasaan apa pun yang bisa segera merubahkan hidup secara instan. Tapi bila delapan kebiasaan ini dijalani berkali-kali selama beberapa bulan, pengaruhnya perlahan akan terlihat dalam pola pikir, tingkat tenaga, efisiensi kerja, serta kondisi psikologis seseorang.
Psikologi menyampaikan bahwa perubahan dalam hidup biasanya tidak disebabkan oleh suatu momen penting, tetapi akibat dari tindakan-tindakan kecil yang selalu kita lakukan sehari-hari.
Banyak kali, perubahan tersebut dimulai dari beberapa menit awal ketika kita bangun dan membuka mata pada pagi hari.
0 Komentar