Editors Choice

3/recent/post-list

Pengikut

Video: Iran Ancam AS Pasca Serangan di Teluk, Hancurkan Delapan Fasilitas Militer

ANTS Iran semakin memperkuat tekanannya kepada AS setelah peningkatan ketegangan terakhir di wilayah Teluk.

Teheran menyatakan bahwa mereka melakukan serangan bersama dengan mempergunakan roket balistik serta drone yang dikendalikan untuk menyerang beberapa instalasi militer Amerika Serikat.

Pihak pemerintah Iran mengatakan tindakan itu dilaksanakan sebagai bentuk pembalasan terhadap serangan pesawat tempur AS yang sebelumnya menyerang berbagai daerah di bagian selatan negara tersebut.

Pertikaian antar keduanya merupakan salah satu persaingan terberat sejak dua negara menandatangani perjanjian damai untuk berhenti berselisih.

Angkatan Pertahanan Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa operasi militer tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (28/6) pagi. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa setidaknya delapan fasilitas militer AS menjadi target serangan roket dan pesawat tanpa awak.

Sejumlah tempat yang dikemukakan meliputi Bandar Udara Ali Al Salem di Kuwait dan kantor pusat Armada Kelima TNI AL AS di Mina Salman, Bahrain.

Teheran menyatakan serangan itu sebagai tindakan balasan atas langkah militer AS. Namun sampai saat ini, pemerintah Amerika Serikat masih belum mengonfirmasi pernyataan kerusakan yang diajukan oleh pihak Iran.

Iran menganggap serangan udara Amerika Serikat terhadap beberapa instalasi di wilayah pantainya melanggar perjanjian yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Pasukan Garda Revolusioner Iran selanjutnya mengingatkan bahwa setiap serangan berikutnya dari Amerika Serikat akan dijawab dengan langkah yang lebih besar.

Mereka juga memandang pelanggaran terhadap perjanjian perdamaian bisa menyebabkan kegagalan seluruh proses diplomatik yang sedang berlangsung sekarang.

Pada akhir pernyataannya, Korps Marinir Pasukan Revolusioner Iran memberi peringatan langsung kepada pasukan Amerika yang berada di wilayah Teluk.

IRGC menyatakan bahwa jika Washington melakukan serangan lagi, pasukan Amerika Serikat akan mendapat pembalasan dalam skala yang lebih luas.

Posisi pangkalan militer AS di kawasan tersebut merupakan hal yang berbeda. Mereka akan mengalami kesengsaraan dalam beberapa hari ke depan," begitu isi pernyataan IRGC.

(ANTS/YouTube)

Posting Komentar

0 Komentar