MUARA TEWEH,ANTS - Dalam menghadapi arus budaya modern, Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan (FBIMBT) 2026 berperan sebagai pelopor utama dalam menjaga kebudayaan nenek moyang. Salah satu perlombaan yang mencuri perhatian yaitu Lawang Sekepeng, seni pertahanan diri tradisional khas suku Dayak Kalimantan. - Menghadapi tantangan budaya zaman now, Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan (FBIMBT) 2026 bertindak sebagai benteng paling depan untuk melestarikan nilai-nilai leluhur. Satu di antara kompetisi yang menarik minat peserta adalah Lawang Sekepeng, olahraga bela diri khas dari kalangan Dayak Kalimantan. - Di tengah perkembangan budaya kontemporer, Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan (FBIMBT) 2026 tampil sebagai pengawal penting bagi pelestarian adat leluhur. Termasuk dalam acara ini adalah Lomba Lawang Sekepeng, seni bela diri asli masyarakat Dayak Kalimantan.
Lomba yang diselenggarakan di Area Eks Bandara Beringin, hari Jumat (25/6), bukan hanya sebagai kompetisi keahlian, tetapi juga momen berharga dalam menghidupkan kembali rasa cinta kalangan pemuda terhadap seni dan tradisi lokal.
Lawang Sekepeng adalah bentuk kesenian bela diri khas yang sering tampil dalam pernikahan adat atau upacara pernikahan masyarakat Dayak secara umum. Kesenian ini menyebar luas di Pulau Kalimantan, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah, serta menjadi elemen penting dalam kebudayaan lokal. Setiap pertunjukkan Lawang Sekepeng menggabungkan komponen gerakan estetis, kemampuan tubuh yang kuat, serta makna budaya yang mendalam.
Ashari Permadi, anggota panel penilai lomba Lawang Sekepeng, mengungkapkan bahwa para juri terdiri dari tiga individu yang terdiri atas dua juri berkualifikasi nasional serta satu juri dari tingkat provinsi.
Pemilihan peserta dalam kompetisi ini mengacu kepada beberapa hal utama yang telah disepakati bersama oleh 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah selama pelatihan tingkat provinsi.
"Yang terpenting dalam penilaian adalah keaslian gerakan kuntau dengan cirinya masing-masing, seperti posisi menyerbu, ketok tumbuk, gentos, pecut, dan pukulan," kata Ashari.
0 Komentar