Ants Perusahaan pengolahan sampah PET PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) tetap menunjukkan performa baik pada triwulan pertama tahun 2026 dengan pendapatan mencapai Rp 177 miliar, meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Pendapatan INOV pada kuartal ini berasal dari Re-PSF yang memberikan kontribusi sebesar 53 persen, Non-Woven sebanyak 20 persen, serta Homeware dan lainnya mencakup 27 persen.
"Kami mengucapkan terima kasih karena berhasil menjaga performa penjualan kami, serta tetap memberikan kontribusi yang baik di tengah bisnis ini," kata Direktur Utama INOV, JaeHyuk Choi, dalam paparan publik secara virtual via Zoom pada hari Rabu (10/6).
Berdasarkan hasil pada triwulan pertama, perusahaan berupaya meningkatkan performa penjualan sebesar 5 persen pada tahun 2026, meskipun sebelumnya telah menetapkan target pertumbuhan kinerja finansial mencapai 10 persen. Keputusan ini dilakukan mengingat adanya ketidakpastian global yang disebabkan oleh tensi politik antara Iran dan Amerika Serikat, serta pelemahan nilai tukar dollar AS sehingga membuat perusahaan merancang target yang lebih realistis.
"Pada awalnya kami memprediksi kinerja keuangan akan meningkat sebesar 10 persen, tetapi karena adanya konflik dan nilai tukar dollar Amerika Serikat yang menguat, akhirnya sedikit kami kurangi targetnya," ujar Direktur INOV, Lee Yong Hwa.
Beberapa tindakan yang telah dipersiapkan oleh perusahaan guna meningkatkan kinerjanya pada tahun 2026 meliputi memperluas portofolio bisnis dengan menambah dua bidang usaha baru, yakni pengolahan resin/kipas daur ulang dan pemasangan alat mesin tekstil.
Berkat kedua lini bisnis baru tersebut, INOV berharap mampu meningkatkan kesejahteraan operasional serta menjangkau stabilitas dalam pengelolaan perusahaan dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang ada.
Berikut beberapa variasi parafraze dari teks tersebut: 1. Selain itu, INOV melakukan perbaikan pada mesin-mesin lama yang mengonsumsi banyak daya dan memiliki kapasitas terbatas. Untuk mengefisienkan operasional, INOV juga akan menerapkan langkah-langkah peningkatan efisiensi pemakaian energi selama proses manufaktur. Penggunaan sumber energi oleh INOV mencakup listrik, gas, kulit kelapa sawit, kulit kacang tanah, serta potongan kayu. 2. Di samping merevitalisasi alat-alat produksi usang yang tidak hemat energi dan bertenaga kecil, INOV juga mempertimbangkan tindakan tambahan guna meningkatkan efektivitas pemanfaatan tenaga dalam sistem produksi mereka. Sumber-sumber energi yang dipergunakan antara lain listrik, gas, sekam sawit, sekam kenari, dan limbah kayu. 3. Tidak hanya menjalani modernisasi mesin lama yang konsumtif secara energi dan dengan kapasitas rendah, INOV juga bakal mengadopsi strategi baru demi optimasi penggunaan energi dalam tahapan produksi. Jenis-jenis sumber energi yang dimanfaatkan termasuk listrik, gas, tempurung kelapa sawit, tempurung kacang tanah, dan serbuk gergaji. 4. Kebijakan lanjutan yang diterapkan INOV yaitu revitalisasi mesin lawas yang boros energi dan kurang produktif. Dalam upaya maksimalisasi, INOV pun fokus pada peningkatan efisiensi penggunaan energi saat proses pembuatannya. Energi yang digunakan berasal dari listrik, gas, biji sawit, biji jambu mete, maupun serpih kayu. 5. Pada fase berikutnya, INOV sedang melakukan penyegaran terhadap unit-unit mesin tua yang menggunakan energi tinggi namun hasilnya minim. Sebagai bagian dari program optimalisasi, INOV akan fokus pada efisiensi penggunaan energi dalam rangkaian produksi. Mereka menggunakan bermacam-macam jenis energi seperti listrik, gas, cangkang buah sawit, cangkang kacang mede, serta batang-batang kayu sebagai sumber energinya.
0 Komentar