ANTS, BATANG – Pemkab Batang memberi kesempatan mengajukan Batang Art Festival (BAF) masuk dalam daftar acara nasional setelah ratusan warga berbondong-bondong datangi area Jalan Veteran Batang untuk menonton penyelenggaraan BAF ketujuh dengan tema Babad Alas Roban yang dihelat selama dua hari, pada malam Sabtu (27/6/2026).
Rencana itu muncul setelah Bupati Batang M. Faiz Kurniawan hadir dalam pementasan seni yang memperlihatkan partisipasi puluhan seniman berbagai bidang, seperti tarian, musik, puisi hingga seni visual yang digelar secara umum di pusat kota.
Berdasarkan pendapat Faiz, mutu pelaksanaan serta ketegasan identitas budaya yang ditampilkan pada BAF merupakan bekal utama guna menyebarluaskan promosi wilayah lewat bidang kesenian dan budaya.
"Hal ini dapat memperkuat kepribadian masyarakatnya serta semakin meluaskan penyebaran nama Batang," ujar tokoh utama di Kabupaten Batang kepada Tribunjateng.
Babad Alas Roban dianggap mempunyai hubungan batin yang kuat dengan penduduk Pantura, terutama di Kabupaten Batang, lantaran Alas Roban sejak dulu menjadi salah satu lambang yang erat berkaitan dengan wilayah itu.
Dalam pelaksanaan kali ini, panitia menyediakan paling tidak 16 pemain yang berasal dari beragam genre dan bidang seni.
Pembukaan pertunjukan dimulai dengan tampilannya berbagai kelompok kesenian dari Batang yang menyajikan cerita serta nilai-nilai kebudayaan setempat melalui tarian bergaya kontemporer.
Kepala Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Achmad Suroso menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan oleh pemerintah setempat atas terselenggaranya BAF memberikan semangat kepada para seniman dalam terus menciptakan karya-karya berkelas.
Selain pertunjukan tarian dan kesenian tradisional, BAF 2026 juga menyajikan pameran lukisan karya seniman dari Kota Batang, penyampaian cerita tunggal serta sajak, beserta tampilnya beberapa kelompok musik yang bervariasi dalam genre.
Di hari ke dua, panitia mengatur tampilnya beberapa grup musik lokal yang telah lama terlibat dalam lingkungan musik di Kabupaten Batang, seperti Stagger, Leydenk, D7, Batang Blues, Chicase, serta Paguyuband.
BAF adalah acara rutin setiap dua tahun yang diselenggarakan oleh DKD Batang, dan sejak lama berperan sebagai wadah kerja sama bagi para penggiat seni tradisional serta kontemporer dalam memamerkan hasil karyanya kepada publik.
Ulasan beliau sangat mengagumkan, sebab setelah menyaksikan pertunjukan seni tradisional dari Batang, nantinya akan diperkenalkan secara nasional. Persiapan yang baik menghasilkan karya seni yang menarik perhatian para penggemarnya," tambahnya. (Ito)
0 Komentar