Editors Choice

3/recent/post-list

Pengikut

Pasar Subuh Sindang Indramayu: Sajian Kuliner Pagi yang Ramai Pengunjung

News - Pasar Pagi di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, lagi-laginya menarik perhatian penduduk lokal yang ingin mendapatkan hidangan panas pada cuaca dingin pagi hari. Pasar tradisional yang mulai sibuk sejak jam 04.00 WIB ini menyediakan bermacam-macam masakan khas, termasuk bubur ayam yang disukai oleh banyak pengunjung.

Di tengah rangkaian tempat jualan para penjaja, gerobak bubur ayam milik Toto merupakan salah satu yang paling diminati. Pedagang yang telah bertahun-tahun menjajakan dagangan di pasar tersebut menyatakan bahwa bahkan pada hari normal, pengunjung selalu datang memadati tokonya.

"Alhamdulillah, tiap pagi selalu sibuk. Bubur ayam ini menjadi pilihan utama masyarakat Sindang serta sekitarnya sebagai menu sarapan," ujar Toto kepada awak media pada Jumat 26 Desember 2025 dini hari.

Toto menerangkan bahwa bubur ayam yang dia jajakan memakai resep warisan keluarga dengan kaldu berwarna kuning khas daerah Indramayu. Berbeda dengan bubur ayam biasanya yang berwarna putih, variasi lokal ini ditambahkan rempah kunyit hingga memiliki tampilan kuning terang dan aromatik yang menarik selera.

Isian yang simpel tapi memuaskan: potongan daging ayam negeri, kecambah segar, daun bawang, krupuk, dan saus cabai kacang tambahan.

Harga yang murah merupakan keuntungan utama. Sebuah porsi bubur ayam dibanderol antara Rp10.000 sampai denganRp15.000, tergantung pada tambahan isiannya seperti kaki ayam atau hati paruh.

Saya memulai berjualan pukul empat pagi, dan biasanya selesai sekitar delapan atau sembilan waktu. Pada akhir pekan, barangnya bisa habis lebih cepat," kata Toto sambil terus mengaduk buburnya dalam panci besar itu.

Pasar Pagi Sindang memang terkenal menjadi salah satu tempat berbelanja pagi yang ramai di daerah Pantura Kabupaten Indramayu. Tidak hanya menawarkan makanan lezat, pasar ini juga menjual berbagai jenis sayur-sayuran segar, ikan laut, daging, serta camilan tradisional seperti opak gula dan kue rangi.

Letaknya yang baik di Kecamatan Sindang memudahkan akses dari beberapa desa sekitarnya, seperti Penganjang serta daerah-daerah lainnya.

Berdasarkan pendapat para pengunjung setia, misalnya Sari (35) yang merupakan warga dari Desa Sindang, pasar ini tidak sekadar menjadi lokasi berbelanja saja, melainkan juga sebagai kesempatan untuk menjalin tali persaudaraan.

"Setiap pagi saya datang ke sini untuk membeli bubur ayam milik Pak Toto. Rasanya lezat, hangat dan pas digunakan sebagai awalan hari. Terlebih lagi warna buburnya kuning khas daerah Indramayu, berbeda dengan yang ada di perkotaan," katanya.

Peristiwa pasar pagi semacam ini menunjukkan kebiasaan masyarakat pantai Indramayu yang sudah sibuk sejak awal pagi. Banyak penjual maupun konsumen yang hadir setelah melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid dekatnya.

Kegiatan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, dengan kebanyakan penjual merupakan penduduk setempat yang memperoleh penghidupan utamanya dari pasar tersebut.

Namun, Toto serta para pedagang lain menginginkan perhatian yang lebih besar dari pihak pemerintahan setempat. "Jika mungkin, fasilitas di pasar dapat ditingkatkan kembali, misalnya dengan pencahayaan yang lebih terang dan area parkir yang lebih luas. Agar konsumen merasa lebih nyaman," ujar Toto.

Pada saat harga kebutuhan pokok meningkat di akhir tahun, Toto menyatakan bahwa ia masih berupaya mempertahankan harga agar bisa diakses oleh masyarakat.

Peningkatan UMK Tahun 2026 yang diumumkan kemarin memang memberi manfaat, namun kami para pedagang kecil perlu berhati-hati agar konsumen tidak merasa terganggu," ujarnya mengacu pada keputusan Gubernur Jawa Barat yang meningkatkan upah minimum daerah Indramayu menjadi sebesar Rp2.910.254.

Pasaran Pagi Sindang bukan sekadar menawarkan hidangan lezat, tetapi juga mencerminkan kehidupan masyarakat Indramayu yang sederhana namun penuh antusiasme.

Untuk para pelancong atau orang yang baru datang, berkunjung ke pasar ini dapat memberikan pengalaman nyata dalam merasakan citarasa khas daerah sebelum hari benar-benar pagi.

Kegiatan di pasar ini umumnya mulai menurun sekitar jam 09.00 WIB, digantikan oleh pasar siang yang menjual produk berbeda-beda. Jika Anda ingin mencoba pengalaman pasar pagi, sebaiknya tiba lebih dini agar tidak ketinggalan persediaan makanan kesukaan seperti bubur ayam Toto yang terkenama tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar