Editors Choice

3/recent/post-list

Pengikut

Aliran kas perlu diperbaiki usai liburan Natal dan Tahun Baru

Jakarta, IDN Times - Setelah masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), situasi keuangan beberapa orang mulai menjadi ketat. Kenaikan pengeluaran untuk liburan, kado, konsumsi, serta perjalanan di akhir tahun menyebabkan aliran kas yang terganggu - Sesudah hari raya Natal dan pergantian tahun (Nataru), kondisi finansial sejumlah warga semakin memburuk. Peningkatan biaya dalam berbagai bentuk seperti pembelian barang saat liburan, pemberian hadiah, aktivitas konsumsi, maupun bepergian pada akhir tahun mengakibatkan kelangkaan dana tunai - Pasca-Natal dan Tahun Baru (Nataru), banyak masyarakat merasakan tekanan ekonomi. Pengeluaran meningkat tajam karena belanja untuk liburan, hadiah, kebutuhan harian, hingga jalan-jalan menjelang akhir tahun menciptakan kesulitan dalam manajemen uang cash - Setelah momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), kondisi keuangan sebagian penduduk menjadi lebih sempit. Tingginya anggaran untuk kegiatan liburan, memberi hadiah, penggunaan rutin, sampai dengan traveling di akhir tahun menyebabkan masalah likuiditas - Dalam waktu setelah Nataru, banyak individu mengalami kendala keuangan. Pembengkakan pengeluaran dari segmen-segmen seperti perayaan natal, pemberian hadiah, pengadaan bahan pokok, juga perjalanan wisata mendekati akhir tahun menyebabkan penurunan arus modal secara signifikan (cash flow) ditekan dan simpanan juga terkikis.

Di tengah awal tahun, banyak keluarga menyadari kondisi keuangan mereka mulai memburuk, tabungan darurat telah digunakan, serta munculnya kewajiban pembayaran tambahan. Jika tidak dilakukan perencanaan ulang, beban finansial bisa semakin bertambah dan menggangu anggaran jangka menengah maupun panjang.

Melansir Gotrade untuk memperbaiki keadaan, berikut beberapa tindakan yang direkomendasikan:

1. Evaluasi posisi keuangan

Tahap pertama yaitu melakukan pemetaan terhadap situasi saat ini. Masyarakat harus mengevaluasi ulang saldo rekening, dana tabungan yang tersisa, tanggungan angsuran, serta biaya harian dalam sebulan.

Pemetaan ini berguna untuk menilai dampak liburan Natal dan Tahun Baru serta menetapkan urutan kebutuhan anggaran.

2. Biaya liburan Natal dan Tahun Baru perlu dipisahkan dari biaya operasional harian

Biaya yang hanya muncul pada akhir tahun sebaiknya dibedakan dengan biaya harian.

Dengan demikian, situasi finansial akan tampak lebih seimbang, sehingga rencana pemulihan dapat dibuat dengan lebih masuk akal.

3.

Menggunakan kartu kredit atau layanan cicilan untuk mengatasi defisit sebenarnya bisa membuat masalah bergeser ke bulan depan. Perubahan pola hidup sementara, seperti menangguhkan pembelian yang tidak penting, dianggap lebih aman dalam menjaga kelancaran alur dana.

Melalui proses penyesuaian secara perlahan dan pengelolaan anggaran yang ketat, beban finansial setelah liburan Natal diperkirakan akan berkurang, sekaligus memberi kesempatan lagi bagi tabungan dan investasi.

Pemenuhan Target Penjualan versus Pengelolaan Arus Kas, Yang Lebih Dulu Dilakukan? 4 Cara Mencegah Kekacauan Arus Kas Akibat Piutang Tunai di Toko Anda 4 Strategi Untuk Menjaga Stabilitas Keuangan dengan Mengurangi Risiko Piutang Tunai 4 Langkah Efektif untuk Meminimalkan Dampak Negatif Piutang Tunai pada Arah Arus Kas 4 Panduan Penting dalam Mengelola Piutang Tunai Agar Tidak Merugikan Operasi Toko 4 Teknik Cerdik untuk Menghadapi Masalah Piutang Tunai dan Melindungi Aliran Dana Perusahaan 5 Cara Mudah Mengelola Arus Kas yang Baik untuk Masa Depan

Posting Komentar

0 Komentar